Monday, December 21, 2015

COME JOIN THE MURDER

"Seekor elang akan menghabisi tubuhnya untuk memperpanjang usia"

Kalimat yang susah dimengerti. Keadaan memaksaku berlari ke Barat, tapi cintaku makin jauh ke ujung timur. Dia yang tak hanya terhalang jarak tapi juga logika dan relita manusia.

Cinta itu buta! Kata siapa? Jika aku seorang ayah dan punya anak perempuan maka seberapapun aku membebaskannya untuk jatuh cinta, setidaknya ada batasan untuk memilih lekaki yang kan setia merawat serta menjaganya.

Orang Jawa berkata, "Bibit, bebet, dan bobot" hashhh...statementmu tempo hari di toko roti, saat pertemuan kita itu firasatku berkata "ini akan jadi yang terakhir". Sebenarnya aku sudah mulai menyadari. Kita bersama pada waktu itu, tapi hatiku merasa kamu sangat jauh. Jauh sekali. 

Berkali berhari aku berusaha meyakinkan hati dan logikaku kalau masih ada jalan, menampik itu tiap hari dengan tetap menjaga api rasa ini tetap menyala, membiarkannya tetap hangat dengan komunikasi seadanya. Namun sepertinya aku sudah terlalu lelah. Jadi sudahlah biar kupenuhi logika seperti biasa. 

Sepertinya kebahagiaan yang tidak dirayakan lebih menyakitkan dari luka yang ditelan sendiri. Percayalah. Aku sudah merasakannya. Jika saling mencintai kenapa pergi? Kita hanya tak mau berjuang dengan sungguh. Kamu malas mencoba & aku malas membuktikan. 



Sunday, December 6, 2015

Terang Tenggelam

Senja mendung bercerita:
tentang kunang-kunang
tak tenang
meratap pijar terang.

Dan..
Masa itu juga gerimis bercerita:
tentang lagu tanpa nada
di malam tanpa purnama.

Surya siapa bawa?
Cakrawala siapa punya?
Hahaha

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...