Akita. Sebuah daerah di Utara Jepang dimana biasa salju turun lebih tebal di sana. Pernah satu waktu aku membayangkan kita menghabiskan waktu bersama di tempat ini, setelah hari-hari padat dan penat yang kita lalui. Sekedar melihat salju yang turun sambil berendam air panas dan minum teh, atau barangkali menyantap makanan khas dari tempat itu. Rasanya mungkin akan jadi hari-hari luar biasa.
Namun seperti yang kukira bahwa aku hanya seorang pemimpi biasa saja, tak dekat dengan nyata yang ingin kupunya. Pertama kali aku tertarik dengan Jepang saat mempelajari buku "The Power Of Water" yang jadi Best Seller di New York Times. Kemudian entah kenapa aku dibuat jatuh cinta dengan salah satu tempat yang kebetulan aku telusuri dari referensi mata air Jepang dari buku yang kubaca.
Danau Tazawa, yang letaknya di utara negara Jepang tepatnya di daerah bernama Akita. Betapa sangat takjub melihat kondisi lokasi Akita. Selain sejuk dan dingin, sepertinya Akita punya daya tarik tersendiri untuk saya pribadi.
Khususnya untuk Danau Tazawa, dimana danau ini adalah danau terdalam di Jepang. Namun layaknya lambang cinta dua insan yang saling berbagi rasa konon danau ini tak pernah membeku di musim sedingin apapun. Terlepas dari fakta itu, mitosnya di danau ini hiduplah dua ekor naga yang saling mencinta dimana salah satunya adalah tokoh yang diabadikan menjadi patung perunggu yang berdiri tegap di atas danau, dia adalah "Putri Tazawa".
Ah sudah, saya bukan guru sejarah. Hey, semoga tuhan mengizinkan kita ke sana ya, tak cuma mimpi belaka yang sia-sia. Menghabiskan satu senja di Akita bersama rindu-rindu yang puluhan tahun terbelenggu dimana pada akhirnya merekah di tengah salju. Sampai Jumpa.
