Tuesday, August 1, 2017

Angin di Kepalaku

Rimbun yang dulu anggun
Kini terjebak dalam gurun,
Setia senja bersama (inginnya)
Bagai mahoni di kemarau panjang.
Tamu datang kemudian pulang.

Adakah sumbu rindu yang kelak aku sulut menjadi sebuah ledakan yang begitu menyesakkan?

Angin timur bawa aku semakin berumur,
Bawa aku ke jurang penuh lebur
warna emas dan semburat jingga sebelum rekah dan rengkuh akhirnya aku disana. (Ternyata Begini)

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...