Saturday, August 22, 2020

BUNGA MATAHARI TENGGELAM (kedua)


Ada senyum berwarna biru

mencoba rekah menahan pilu

di lintasan jalan dia mengadu

"tuhan apa salahku?"


Bunga matahari tak lagi cerah

senyumnya tak terarah

cerianya tak sumringah.


Bunga matahari tak lagi menari

karena waktu-waktu sendiri

menyayat hati.


Tenggelam tak mati

namun membiarkan langkah berhenti

tak lagi menanti

mengambil langkah sunyi

mempertaruhkan segala harmoni.


Dan kini aku rindu rekahnya.

Bunga matahari yang ingin aku lihat rekah sekali lagi  

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...