Sunday, June 2, 2024

PAGI

Saya awali jurnal ini dengan berpikir tentang sesuatu yang sudah saya miliki, yang kadang terlupakan betapa pentingnya itu di saat badai keluh mendera hati dan isi kepala.

a. Saya punya pekerjaan yang mungkin orang lain dambakan

b. Tuhan kasih saya kesehatan yang mungkin di dambakan orang lain

c. Saya punya waktu untuk kapan saja bercanda dengan orang yang saya kasihi yang dalam beberapa tahun terakhir ini tidak bisa saya lakukan

Pagi ini saya sedang merindukan Yogyakarta. Dengan suasana paginya, siangnya, sorenya, dan malamnya. Kawan-kawan di sana, makanannya, dan semua kenanganannya. Walau tak lama entah kenapa susah sekali melupakannya.

Lantunan suara Nadhin Amizah membuat rasa itu semakin dalam. Semakin brutal. Mengingat kisah di awal tahun 2023. Tentang persahabatan dan tentang kebohongan. Ah mungkin keserakahan dan dalam hal ini subject sepenuhnya ada di saya.

Saya ingin sekali lagi menembus kali urang di tengah gerimis tipis, dengan canda yang pecah dan rasa yang sangat hangat itu. Ah sudahlah jangan begini, sudah ya. Bahagia di sana dan tetaplah abadi di sana. 


 

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...