Tuesday, June 23, 2020

Semusim

Dari balik rambutmu,
salju turun menabur pilu.
Kicau burung menunggu,
bersama kopi dan buku-buku.
Serta hangat senja disisimu

Bulan ini belum November,
kerlip terang putih di atas putih.
Menggodaku dalam lamunan,
memaksaku memutar ingatan

Mentari terhapus salju,
sisakan bunga-bunga yang tumbuh membeku.
Rindu-rindu itu sedang mencari rumah berteduh,
dari gigil tubuh yang mengaduh,
sedang musim semi masih jauh.
Atau selamanya hanya salju yang jatuh

No comments:

Post a Comment

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...