Senja turun lebih dini.
Pada pelupuk matamu ramah berpenghuni.
Peluk itu luruh bersama sepi,
semacam ungkapan terpasung dihati.
Ingin kucaci maki diriku sendiri,
namun pagi kembali sembuhkan lagi
Semua sudah tertulis,
tak perlu kau coba seka gerimis.
Tak perlu lagi memendam tangis
Tak perlu lagi memendam tangis
Walaupun ada ingin teramat sangat,
tapi dingin semakin menyengat.
Mengganjal yang telah lekat
yang tak mampu buatku lesat
Menguras sabar di bawah sadar
membiarkan waktu memahat rindu.
Maka tak perlu khawatirkan rasamu,
karena rindu itu yang akan menuntunmu.
No comments:
Post a Comment