Tuesday, June 23, 2020

Jalan Pulang

Senja turun lebih dini.
Pada pelupuk matamu ramah berpenghuni.
Peluk itu luruh bersama sepi,
semacam ungkapan terpasung dihati.
Ingin kucaci maki diriku sendiri,
namun pagi kembali sembuhkan lagi

Semua sudah tertulis,
tak perlu kau coba seka gerimis.
Tak perlu lagi memendam tangis

Walaupun ada ingin teramat sangat,
tapi dingin semakin menyengat.
Mengganjal yang telah lekat
yang tak mampu buatku lesat

Menguras sabar di bawah sadar
membiarkan waktu memahat rindu.
Maka tak perlu khawatirkan rasamu,
karena rindu itu yang akan menuntunmu.

No comments:

Post a Comment

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...