Aku ingin sekali lagi,
menjadi yang paling muram.
Menjadi nada sumbang malam.
Menjadi pengusir lelah hari yang buram.
Dulu ayah selalu bilang,
kelak kau sendiri.
Kau sudah harus bisa mandiri.
Kelak langkahmu bersama gelap,
ada banyak luka yang mesti kau dekap,
ada banyak pilu yang mesti kau singkap.
Dulu ibu selalu bilang,
kelak di depan penuh ketidakpastian.
Ingatlah tuhan dan tanam kebaikan.
Kelak kau nahkoda
kapalmu bernama keluarga,
maka bijaklah, nak.
Dan yang selalu melekat,
doa kami selalu memelukmu
walau raga tak dapat bertemu.
No comments:
Post a Comment