Thursday, December 5, 2019

Hujan di Kota

Debu-debu tersapu
Tanah basah.
Sekian lama menahan rindu.

Tak kutemui wangi tanah bercampur air
Semerbak senyum rumput berangsur mengalir
Dimana hangat teh yang kuaduk dengan ceritamu.
Dimana riuh degub api membakar kayu itu.
Lirih air panas membuih dalam tungku.
Tak ada katak bernyanyi sepi melagu.

Baru aku sadari, aku di tengah rindu,
Berpuluh-puluh kilometer kutempuh,
Berkali-kali doa melawan keluh.
Rumput liar jadi ilalang.
Mencoba tegar dan berharap tak hilang.

Monday, July 29, 2019

Ketiga di Yogya

Kuingat:
Sayup-sayup namamu kudengar
Ditengah pekik hingar bingar.
Timbul tenggelam menjelma sepi
Menukik tajam perlahan menyusupi

Aku:
Ampas kopi yang ditabur tembakau
Sedang kau:
hujan di ketiga yang tak kunjung reda.

Aku ingat kau,
Debu tipis ketiga di Yogya.
Yang menempel pada pedal becak
Yang di kayuh perlahan agar bergerak
Mengerak alot di batang pegas 
searah ayunan becak penuh rasa ikhlas

Sentosa bakti luhur punya arti.

Tuesday, March 5, 2019

Lost On You

Laura Pergolizzi - Lost On You

Beberapa hari terakhir, lagu ini jadi lagu yang paling sering saya putar di playlist smartphone. Entahlah saya menemukan nuansa rock n roll yag dibalut hiphop dan berbau regge di pintu masuknya.

Pertama kali saya mendengar lagu ini, saya kira LP adalah seorang wanita tomboy. Tapi ternyata dia adalah seorang Pria. Masih seakan tidak percaya saya dengan cangkok serta pita suara yang begitu melengking yang jarang sekali dimiliki oleh seorang pria. Bahkan saya sempat berpikir LP adalah seorang transgender. Namun semua sangkaan saya hilang ketika saya mengigat dulu sewaktu saya SMA ada seorang teman yang bergender pria, tapi suaranya cempreng seperti wanita. Juga kesaksian fans LP yang mengidolakan kekasihnya pula.

Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan latar belakang seniman. Hanya saya penasaran saja, dengan pita suara unik yang dimiliki oleh manusia ini.

"Lost On You" ketika saya mendengar lagu ini saya benar-benar enjoy, harmoni musik yang dipadukan dengan beberapa unsur-unsur sederhana seperi: siulan, hentakan kaki, dan desik pasir dalam gelas. Itu luar biasa.

Lagu ini berkisah tentang seseorang yang sudah mulai menyadari bahwa dirinya tak lagi muda dan mulai sadar bahwa kini semua yang dia punya perlahan meninggalkannya. Diawal lagu ini LP membuat saya merasa seolah berjalan diatas pasir, dia mengajak saya dengan harmoninya yang begitu halus. Lalu dia hentakan bass yang membuat lagu ini bernyawa seperti detak jantung manusia.

Saya melihat ketidakpeduliaan yang pada akhirnya berujung kesadaran ketika nanti kesendirian mendekap penuh kesabaran, lalu kedamaian itu tiba.


KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...