Barangkali lagu ini yang paling tepat menggambarkan kondisi saat ini. Sendiri lagi (pada akhirnya). Hari-hari pandemi barangkali akan jadi hari-hari yang memorable untuk masa yang akan datang. Tentang kesulitan menghadapi dunia dan kesendirian yang membuat kita juga sulit menghadapi diri sendiri.
Belum lagi dengan segala pertanyaan yang tiba-tiba muncul dibenak saat kesepian itu kita dekap erat. Mungkin sebagian dari kita ada yang sangat berbahagia karena selama pandemi bisa berkumpul hangat dengan keluarga. Namun ada yang menyeduh sepi dan perih di pojok dunia.
Sebenarnya dunia bukan alasan untuk jadi kambing hitam atas kondisi saat ini yang terjadi. Bukankah sesuatu ini terjadi karena kerakusan manusia itu sendiri yang ingin memakan segala. Sebenarnya rootcause dari semua ini yang saya temukan dari pandemi ini adalah kita terlalu tamak dan picik.
Satu hari (dalam kesepian) tak sengaja lagu Gilbert O'Sullivan mengalun dari youtube karena fitur autoplay. Lagu yang indah. Saat mendengarnya dunia ini terasa melambat bahkan berhenti. Ketenangan beserta kedamaian muncul tanpa diminta.
Sudah lama saya tak mendapat moment ini, sejak terakhir kali harmoni yang bisa menenangkan hati saya adalah harmoni yang dilantunkan pada pemakaman "Michael Jackson" dimana lagu ini adalah lagunya sendiri yang berjudul "One Day In Your Life".
Saat mendengarkan lagu dari Gilbert ini, angin yang berhembus dari jendela terasa lebih dingin lebih sejuk dan lebih menenangkan. Sakit kepala dan pikiran-pikiran tak karuan yang berantakan mulai pudar walau tak hilang.
Memang kesepian itu bedebah yang perlu dimusnahkan, namun tak mungkin dilakukan. Karena biar bagaimanapun pada kodratnya kita akan kesepian. Akan sendirian. Dimana dan kapan. Kita tinggal tunggu waktunya. Entah karena usia, maut, atau hal yang lainnya.
Indonesia, 18-8-2021 (Musim Pandemi)
Indonesia, 18-8-2021 (Musim Pandemi)
