Thursday, May 12, 2016

Debu

Butir debu perlahan hangatkanku,
debu-debu yang kini mulai jadi bulu.
Bulu beribu terjahit jadi selimut kalbu;
Kala dingin rindu ramai menderu.

Aku masih kaku di tepi senja
Bersama puing yang jadi debu (kemana-mana).
Jika dapat, ingin aku kumpulkan debu itu lalu kuhamburkan.
Biar beterbangan bertabrakan berserakan lalu berantakan.

Aku duduk di hadapan lilin bersama senja
Kuingat lagi dawai ramai
yang dulu pernah buatku terpukau
Pada sebuah lagu tempo dulu.

Namun sekejap, ketika angin meniup lilin.
Terlahir temaram dari rahim kegelapan
Yang bernama asli kesepian.
Kini sang waktu tak bisa bedakan,
Antara; debu, rindu, dan pilu. 

Wednesday, May 11, 2016

Sajak Subuh

Redup pagi basuh mataku yang penuh debu.
Kutercengkram begitu erat hingga kuterjebak dalam pekat.
Belenggu ketololanku; membatu bisu dalam tiap derai nafas.
Kucari suara lantang yang memanggilku merdu, tapi tak kutemui.

Telah kuselami luka, tapi dia tak tertangkap retina maya.
Harapku temukanmu dari ujung debu hingga pucuk salju.
Tapi aku masih saja terbang diantara jurang-jurang tanya. 
Aku dan ketidakwarasan berteman baik. Sejak retina nyata
membungkam yang maya, hingga kini kuberjaket tebal berjubal, dan bebal.

Sunday, March 13, 2016

Renung Gunung

Di malam yang dingin,
jutaan nada semseta memelukku erat.
Tentang nestapa yang ada, yang memaksaku bercerita;
Semesta atas gunung buatku sejenak merenung.
Tentang rasa yang aneh menyeruak begitu saja dihatiku.

Apa yang aku tahu soal cinta?
yang kutahu dari cinta cuma bersama
dan mencapai cita-cita bergandeng senja
Tapi dewi alam hadiahkan perbedaan.
bahwa ada sudut yang paling surut
dalam filosofi yang turut.

Tentang sejoli;
yang kusebut sejiwa, kukira fana.
Tapi di depan mata itu ada.
Baru saja semua itu melanda.
hahahaha

Sunday, February 14, 2016

Labirin

Aku begitu skeptis tanpa kau tahu,
kau akan mengerti hatiku.
Sengaja aku buat labirin buatmu.
agar kamu siap dengan segala kesungguhan.

Labirin ini tak terbuat dari dendam.
Tapi terbuat dari rindu,
Jika tak siap kau boleh kembali!.
Pahamilah labirin rindu di hatiku
terdapat ratusan dinding beku
yang begitu pilu.
Ada gigil yang beribu yang siap menderamu.

Kau boleh keluar!
karena di dalam sini akan begitu banyak luka
dan aku yakin
kau tak segan mengutukku dalam diam
di tengah jerit berurai airmata.

Namun jika kau sanggup melewatinya,
pelukku akan menantimu di ujung pintu.
yang mendekapmu penuh hangat.
dan disana saatnya kau bilang selamat tinggal:
kepada segala duka dan luka.
pada segala pilu dan kelu.
pada segala resah dan gelisah.
Memang bukan janji,
tapi pasti kan kubuat kau
seperti hidup kembali.

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...