Tuesday, December 5, 2017

Sajak-sajak Sepi

Sepi kali ini bukan lagi sepi.
Ada riuh gemuruh
Pada dinding hati yang pudar dan keruh.
Ketika debar cemas kehilangan
segera datang
aku masih menatap potretmu
yang terpampang kaku di galeriku.

Pada papir aku bercerita;
Tentang dara jelita
dengan mata menyala
berpeluk kepedihan.
Tapak-tapak jarak mengukir luka
di senyummu
klambu tebal enggan kau singkap.
Rindu-rindumu masih saja kau dekap.

Sempat aku bertanya,
Adakah rimbun pundakku Sudi kau huni?
Bersama nyanyi burung dan bukit hijau berayun, serta gerimis

Namun kurasa,
airmata dingin sudah lebih dulu;
mengusirku
Mengembalikan aku
Ke haribaan malam beserta kebekuannya.
Dan tanpa mata indahmu
Tanpa senyummu
Tanpa kemarahanmu
Tanpa aku.

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...