Sunday, November 3, 2024

Puisi Dari Pulau Bawean

Baru-baru ini saya ditunjuk sebagai project manager untuk area terintegrasi di pulau Jawa untuk mengembangkan skema bisnis diarea-area tersebut. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pada saat mendapat kesempatan untuk study banding atau benchmark ke wilayah Pulau Bawean di Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.

Untuk kalian yang belum tahu mengenai pulau Bawean ini, adalah sebuah gugusan pulau kecil di area Utara Jawa Timur. Untuk sampai ke sana kami berangkat dari Bandara Juanda Surabaya menggunakan armada pesawat kecil Susi Air.

Pulau ini indah sekali. Namun ketika sampai di sana, rasanya seperti kita tidak berada di bagian pulau Jawa. Mayoritas masyarakat di sini bukan penduduk asli. Ada yang dari Sulawessi, Maluku, sampai Kalimantan. Jarak pulau ini dari kota terdekat yaitu Gresik sekitar 150 kilometer.

Saya menghabiskan hari-hari saya di Bawean dengan selalu meluangkan waktu di Pantai Selayar. Sebuah pantai yang hampir mirip dengan Banda Neira. Sebuah tempat yang sangat saya kunjungi dari kecil. Duduk memandang laut dengan gugusan pulau yang indah sambil mendengarkan lagu Fredy Mercury - Love Me Like Theres No Tomorrow membuat angan saya terbayang dengan seseorang dari Kota ini yang entah dimana sekarang dia berada.


Saya membayangkan tentang indahnya sore di Selayar dengan hangat candanya. Seperti romantisnya Ragnar dan Lagertha saat pulang dari pertempuran. Rasanya mungkin seperti puisi yang sengaja tuhan goreskan di atas Pulau Bawean. Saya juga tidak tahu, mengapa tuhan membawa saya ke Pulau ini. Ke kota ini. Padahal baru saja bulan lalu saya sudah berniat menutup buku tentang seseorang ini.

Di tegukan kopi terakhir saya memahami, mungkin tuhan sedang memberi saya pelajara kembali. Puisi itu indah, sangat indah. Namun hanya bisa kau rasakan tanpa kau sentuh kehadirannya. Seperti Sangkapura dan Bawean, jauh namun tetap indah saat kutemukan tanpa perlu menetap dalam dekapan.

Akhirnya sore di Selayar redup bersamaan dengan berakhirnya perjalanan saya di Pulau ini. Untukmu yang ada jauh di sana. Semoga tuhan selalu melimpahkan keselamatan serta kebahagiaan. Yang terdalam dalam palung hati, sembunyi rasa yang akan tetap terkunci, entah tuhan izinkan terbuka kembali untuk bersemi atau selamanya terkubur abadi.


No comments:

Post a Comment

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...