Wednesday, February 19, 2020

Persetan

Aku ingin menepi
Bersama sloki-sloki penuh api
Yang membuatku lebih kekar dan berani
Melawan hati yang terpenjara logika dan kata-kata

Menyakitkan. Tersesat dalam perasaan.
Ah....!!!! Persetan...!!!!

Airmata jatuh di pelupuk mata lalu turun ke pipi.
Tapi kau tahu apa?!!
Tentang jeritan, tentang umpatan, tentang makian.
Logika dan kata tak cukup puas demikian
Lanjutkan...lanjutkan...lalu sekian

Malam-malam jauh aku ketakutan.
Malam-malam lekat aku kedinginan.

No comments:

Post a Comment

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...