Mataku belum mengantuk
lelah datang berikan peluk
Tertawaku kini sempit
Terhimpit.
Sakit dan menjerit
Sesuatu terhanyut dari dermaga.
Seperti garam di atas samudra
Mengalir dan mengapung
Mengerak pada palung.
Anganku hanya ingin
Yang mengembara
Bersama doa-doa di udara
Selandai samudra seluas semesta
Angin membawa bisu yang bising
Terbanglah, jauh lalu menetap sekali lagi
Selagi daun pohon masih rimbun kau huni.
Selagi rantingnya masih kuat kau jejaki.
No comments:
Post a Comment