Mangkatmu mengundang haru
juga tanya yang beribu.
Badung perangkul rakyat.
Di atas awang kau sekarat
sampai akhirnya kau mangkat.
Ternyata hanya seujung kuku
mereka mengingatmu.
Prajuritku dulu,
sebelum mencapai windu
kau janjikannya keadilan.
Kini, berlalu.
Hanya misteri yang kau hadiahkan.
No comments:
Post a Comment