Wednesday, April 9, 2014

Ujung Gelap

Kala senja pamit padaku.
Aku hanya terdiam,
dan hanya bisa memandangi jinggamu.
Tak mampu kucegah apalagi kuraih.

Aku hanya terdiam,
mengharapkan bintang
di gerimis petang.
Sambil kuracun diri ini
dengan sebongkah bara mini.

Gerimis yang jatuh itu air
tetapi mengapa luka yang menyentuhku.
Ingin rasanya, bila dapat.
Ku jual segala luka
kepada pengepul bahagia.

Di tepi kaca aku termenung
meringkuk dingin untuk merenung.
Dari jendela menyelinap duri
yang melukaiku dengan sepi.

Lalu, bersama airmata
kutengadahkan tanganku
dan berucap syahdu.
Kan aku tuju stasiun penghabisan,
berharap izrail membawaku
dan menghapus rindu yang pilu.

No comments:

Post a Comment

KUPU-KUPU MURUNG

  Hai dinda, Apa kabar di sana? Kurasa malammu baik-baik saja. Kuingat saat pertama matamu menjangkau mataku Ada luka dalam di sana, yang en...